Rabu, 07 Februari 2018

Saat Hujan, Suhu Kabin Harus Lebih Dingin Dari Luar



Otomotifnet.com - Agar tidak terlalu kedinginan, sebagian pengendara mobil mematikan alat pengatur suhu atau air conditioner (AC) di tengah kondisi hujan.

Namun cara ini dinilai tidak tepat.

Seperti diketahui, embun di kaca mobil diangggap bisa mengganggu jarak pandang.
"AC mobil dalam keadaan hujan sebaiknya tetap dinyalakan. Kalau tidak akan berembun karena ada perbedaan suhu antara di dalam dan luar kendaraan," 

Embun muncul karena suhu dalam kabin lebih hangat ketimbang di luar. Oleh karena itu, agar kabin tetap lebih dingin, nyalakan AC. Tidak perlu sampai full.

"Paling tidak suhunya harus lebih dingin di dalam kendaraan agar kaca tidak berembun ,".


Alamat kantor:
Jln Raya Bohar 32 samping apotik bohar aloha sidoarjo

Hubungi Kami
085706012354(tlp.sms.w.a)
085103279354
082139793354(tlp.sms.w.a)

Tips Memastikan Mengemudi Nyaman Dalam Kemacetan



KETIKA lalu lintas dalam kondisi macet, banyak pengendara mobil merasa lelah, pegal, bercampur kesal. Bahkan, media luar sekelas mirror.co.uk mengategorikan kemacetan di Indonesia (Jakarta) sebagai sebuah horor tersendiri. Namun, sejatinya ada kiat agar pengendara tidak terlalu merasa lelah saat berkendara, terlebih dalam perjalanan jauh. 

Seperti disebut oleh Jusri Pulubuhu, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), untuk mengatasi lelah di badan, dapat dilakukan dengan memastikan posisi berkendara atau gaya berkendara harus baik dan benar. Karena jika postur tubuh atau posisi berkendara ketika duduk saat berkendara sudah benar, maka sirkulasi udara dalam tubuh tetap lancar sehingga pengendara tidak akan mudah lelah.

”Dalam kondisi itu, pastikan sitting posture atau posisi duduk sudah benar. Karena hal tersebut akan menjaga sirkulasi udara dalam tubuh dengan benar. Hal itu tentu akan memperpanjang masa ketahanan dalam mengemudi,” ujarnya. Jusri juga menyarankan agar sesekali pengendara melakukan stretching atau peregangan otot-otot ketika jalanan sedang macet.

Usahakan lakukan stretching apabila dalam keadaan stop and go di tengah kemacetan. Caranya, berulang kali melonjorkan kaki atau tangan dengan memegang kursi bagian belakang. Hal itu dapat membantu mengurangi sedikit kepenatan. Jangan memaksakan diri jika keletihan berlanjut. Beristirahatlah di rest area. Ingat pula safety atau defensive driving. Teknik mengemudi juga semestinya mengacu pada prinsip keselamatan mengemudi.

Hindari Setengah Kopling
Dalam mengemudi dengan kondisi macet atau stop and go, beberapa pengemudi (mobil transmisi manual) menggunakan teknik setengah kopling. Namun, sebaiknya hindari cara tersebut karena kopling bisa menjadi cepat panas dan aus. Penting untuk menjaga jarak hingga kendaraan di depan agak jauh baru mulai berjalan perlahan. Penggunaan rem tangan lebih dianjurkan daripada menahan setengah kopling.

Saat berhenti di tengah macet, posisikan transmisi mobil pada kondisi netral. Hal ini untuk menjaga kemungkinan pedal kopling terlepas karena pengemudi lupa kalau transmisi dalam posisi aktif, atau bisa juga karena kelelahan. Jika menggunakan mobil matic, berhenti pada posisi transmisi di D terlalu lama juga akan meningkatkan konsumsi bahan bakar minyak.

Jika akan berpindah jalur, memotong, atau berputar arah, selalu gunakan lampu sein untuk memberikan isyarat pada mobil di belakang. Dalam kondisi macet, tidak semua pengendara mau memberikan jalan. Maka, bersabarlah dan jangan memaksakan masuk jalur yang tidak diberi akses. Terburu-buru memotong jalur lain juga tidak akan membuat selisih waktu melalui macet menjadi jauh lebih cepat. Hal itu justru dapat memperburuk kemungkinan risiko mobil bersenggolan dengan kendaraan lain.

Perhatikan indikator suhu mobil dengan baik. Indikator lain seperti oli atau volume bensin  juga jangan sampai dilewatkan. Dalam kondisi macet, mobil akan bekerja sedikit lebih keras dibandingkan dengan jalanan yang lancar. Apalagi dalam kondisi macet di siang hari yang terik, mesin akan berisiko mengalami overheat hingga mogok, atau lebih konyol lagi kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan.***


Alamat kantor:
Jln Raya Bohar 32 samping apotik bohar aloha sidoarjo

Hubungi Kami
085706012354(tlp.sms.w.a)
085103279354
082139793354(tlp.sms.w.a)


Selasa, 06 Februari 2018

Pengemudi Mobil Manual Beralih Ke Matik Sebaiknya Kursus Dulu



Surabaya – Mobil matik dan mobil manual memiliki perbedaan yang signifikan. Pengemudi yang hendak beralih menggunakan mobil bebas kopling ini sebaiknya kursus  kembali.

“Mungkin pemerintah bisa memberlakukan jika seseorang akan beralih dari mobil manual ke mobil matik, harus kursus  lagi,”
Apakah harus ada SIM khusus untuk memegang mobil matik? “Ya, itu bisa jadi alternatif untuk mengurangi kecelakaan,” katanya.

Frans mengatakan, seseorang membutuhkan waktu untuk untuk beradaptasi dengan mobi matik. Meskipun dia sudah berpengalaman puluhan tahun menyetir mobil manual.

Namun tidak ada batasan waktu tertentu untuk bisa memastikan seseorang bisa mahir mengendarai matik. “Tergantung orangnya juga, ada yang baru sebentar pegang langsung bisa, tapi ada juga yang lama,” kata Frans.
Yang terpenting, pengemudi matik sebaiknya membiasakan diri dulu sebelum benar-benar membawa mobil matik seorang diri. “Untuk pertama-tama, perlu pendamping,” kata Frans.

Frans  juga memberi sedikit tips untuk Anda yang ingin beralih atau belajar mengendarai mobil matik. Setiap pengendara tidak boleh arogan, sombong, percaya diri berlebihan dan merasa menyetir di zona yang aman.
“Kalau kita sudah merasa begitu, maka otomatis kita akan lengah dan tidak waspada. Itu yang berbahaya,” katanya.

Selain itu, pengemudi jangan panik jika terjadi sesuatu. Karena jika panik, pengemudi bisa saja salah menginjak pedal. “Seperti yang terjadi di Cibubur kan dia salah injak rem keliru pedal gas,” katanya.
Kecelakaan mobil matik berulang kali terjadi. Yang terbaru, peristiwa di Cibubur Junction yang menewaskan seorang bocah. Mad Hani, sopir Honda City yang celaka itu mengaku baru.

Alamat Kantor:
Jl Raya Bohar no 32 Wage - Aloha SIdoarjo
(Samping apotik bohar & depan perum royal regency wage)

Firmansyah
Tlpn/Sms/Wa
0821.3979.3354 (Telkomsel)
0857.0601.2354 (Indosat)